18 Maret 2013

Ramalan Tentang Seorang Anak

Dengan dasar ini satu ramalan ini saja sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Ghulam Ahmad adalah pendusta dan dajjal.

Inilah dia ketika sang pendusta meramal ketika istrinya hamil,
"segala puji bagi Allah yang telah  memberiku di masa tuaku 4 orang anak laki-laki dan memberiku kabar gembira dengan anak yang kelima."

'ilham' ini diterima di awal bulan Januari tahun 1903 M. Pada bulan itu, istri Ghulam itu melahirkan anak. Akan tetapi, apa? Seorang anak perempuan, ya, seorang anak perempuan. Dia tidak lama hidup dan meninggal setelah beberapa bulan saja. Sekali lagi, istrinya mengandung sehingga ia mengeluarkan ramalan,
"dilahirkan Ibnul Kiram, dilahirkan Thahar Jamil (sebutan untuk anak laki-laki)"

Bagaimana jadinya setelah itu? Lihat kekuasaan Allah. Bagaimana Ia mengendalikan sang pendusta dan bagaimana ia mendustakannya. Sebulan saja setelah ramalan itu, yakni pada tanggal 24 Juni 1904 M istri Ghulam melahirkan lagi? Seorang bayi perempuan, benar seorang bayi perempuan bernama Amatul Hafizh. Sedangkan Ibnul Kiram Thahar Jamil? Tidak pernah diberhentikan hdilahirkan sama sekali.

Lanjut Baca...

07 Juni 2009

Ramalan Sang Pembohong Besar

Ada banyak ramalan yg dilontarkan dari mulut Ghulam Ahmad. Namun kita akan membahasnya satu per satu dulu.

Ada seorang kerabat Ghulam yang mengaku sebagai nabi palsu asal Qadiyan yang bernama Ahmad Bik suatu ketika sangat butuh bantuan Ghulam. Kemudian Ghulam menjawab "aku bantu engkau dgn syarat engkau harus menikahkan putrimu(Muhammadi Baijum) kepadaku". Ketika itu umur Ghulam sudah di atas 50 tahun dan sudah mengidap banyak penyakit: TBC, sakit kencing, dan mati separuh badan. Oleh karena itu, Ahmad Bik menolak menerima syarat ini.
Dan singkat cerita, ia meramal "sesungguhnya, ramalan itu sendiri, yaitu pernikahan gadis itu denganku  adalah suatu takdir karena sudah pasti akan terjadi...." Bahkan lebih daripada itu, ia berkata " jika ramalan ini tak terjadi, maka aku akan menjadi orang yang keji. Wahai orang-orang yang bodoh ini bukanlah mengada-ada yg dilakukan seorang manusia, juga bukan permainan keji, tetapi ini janji Allah yang haq...."

akan tetapi, Muhammadi Baijum menikah dengan seorang tentara. Tinggallah seorg yang suka mengada cerita dalam kerugian. Omongannya menjadi pedang yang menusuk jantungnya sendiri. Namun anehnya, ia mengatakan lagi kalau pria tentara itu akan mati dan Muhammadi Baijum akan kembali kepadanya. Namun Allah berkata lain, pria tersebut mati jauh setelah Ghulam mati pada tahun 1908. Dan Muhammadi Baijum tidak pernah menikah dengan pembohong itu.

Lanjut Baca...

Siapa Ghulam Ahmad?

Ghulam Ahmad dilahirkan di desa Qadiyan, Punjab pada tahun 1839 M dari sebuah keluarga yg menjadi antek penjajah Britania. Ayahnya adalah salah seorang yang mengkhianati kaum muslimin, melakukan inspirasi untuk menghancurkannya dan selalu berbakti kepada pejajah untuk mendapatkan kehormatan dan kemuliaan sebagaimana disebut oleh Ghulam Ahmad sendiri dalam bukunya:'Tuhfatul Qaishariyyah'. Bahwa ayahnya, Ghulam Murtadha, adalah salahsatu orang yang memiliki tali hubungan yang baik dengan pemerintah koloni Britania (Inggris).
Setelah menginjak dewasa ia belajar sebagian buku-buku Urdu dan Arab. Ia juga membaca sedikit buku-buku tentang hukum, lalu menjadi pegawai di Siyalikut, salah satu negara di bagian Pakistan sekarang dengan gaji 25 rupee/bulan. Ia adalah org yang tolol sehingga dikisahkan bahwa ia membawa gula dari rumahnya. Sebagai gantinya, ia membawa garam dan karena  kebodohannya ia mulai memakan garam itu dalam perjalanan. Ketika garam itu sampai di tenggorokannya, ia merasa seret dan menyumpal sehingga kedua matanya mengeluarkan air mata.
Lanjut Baca...

Tentang Ahmadiyah

Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiyani adalah seorang pendiri dan pemimpin gerakan keagamaan bernama Ahmadiyah yang sangat kontroversial. Wawasan dan pikirannya ia sebarkan dalam bentuk buku, risalah, dan makalah yang kemudian ia namakan sebagai wahyu. Dan dengan ini, ia mengklaim status kenabiannya dan agama yg disampaikannya.
Ahmadiyah dilarang karena memusuhi islam dan kaum muslimin. Mereka tidak sholat di belakang kaum muslimin dan berkeyakinan bahwa kaum muslimin kekal di neraka. Apalagi terhadap Allah, Ghulam Ahmad bekeyakinan bahwa Ia shalat, tidur, berpuasa, bersetubuh, dan melahirkan. Naudzu billah. Demikian pula thd para Rasul Allah. Ghulam menghina para rasulullah. Dan beranggapan bahwa dirinya lebih utama dari nabi Adam, Nuh, Yusuf, Isa dan Rasulullah saw sekalipun. Alangkah sesatnya keyakinan nabi palsu. Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiyani; seorang pecandu opium, khamar dan pemakan harta orang lain secara bathil. Sesungguhnya dia adalah seorang pesakitan, baik sakit pikiran, lemah akal, seorg budak hina yang menjul agama, kemuliaan, dan kehidupannya kepada penjajah inggris di tanah kelahirannya sendiri.

Lanjut Baca...