Ghulam Ahmad dilahirkan di desa Qadiyan, Punjab pada tahun 1839 M dari sebuah keluarga yg menjadi antek penjajah Britania. Ayahnya adalah salah seorang yang mengkhianati kaum muslimin, melakukan inspirasi untuk menghancurkannya dan selalu berbakti kepada pejajah untuk mendapatkan kehormatan dan kemuliaan sebagaimana disebut oleh Ghulam Ahmad sendiri dalam bukunya:'Tuhfatul Qaishariyyah'. Bahwa ayahnya, Ghulam Murtadha, adalah salahsatu orang yang memiliki tali hubungan yang baik dengan pemerintah koloni Britania (Inggris).
Setelah menginjak dewasa ia belajar sebagian buku-buku Urdu dan Arab. Ia juga membaca sedikit buku-buku tentang hukum, lalu menjadi pegawai di Siyalikut, salah satu negara di bagian Pakistan sekarang dengan gaji 25 rupee/bulan. Ia adalah org yang tolol sehingga dikisahkan bahwa ia membawa gula dari rumahnya. Sebagai gantinya, ia membawa garam dan karena kebodohannya ia mulai memakan garam itu dalam perjalanan. Ketika garam itu sampai di tenggorokannya, ia merasa seret dan menyumpal sehingga kedua matanya mengeluarkan air mata.
Setelah menginjak dewasa ia belajar sebagian buku-buku Urdu dan Arab. Ia juga membaca sedikit buku-buku tentang hukum, lalu menjadi pegawai di Siyalikut, salah satu negara di bagian Pakistan sekarang dengan gaji 25 rupee/bulan. Ia adalah org yang tolol sehingga dikisahkan bahwa ia membawa gula dari rumahnya. Sebagai gantinya, ia membawa garam dan karena kebodohannya ia mulai memakan garam itu dalam perjalanan. Ketika garam itu sampai di tenggorokannya, ia merasa seret dan menyumpal sehingga kedua matanya mengeluarkan air mata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar