07 Juni 2009

Ramalan Sang Pembohong Besar

Ada banyak ramalan yg dilontarkan dari mulut Ghulam Ahmad. Namun kita akan membahasnya satu per satu dulu.

Ada seorang kerabat Ghulam yang mengaku sebagai nabi palsu asal Qadiyan yang bernama Ahmad Bik suatu ketika sangat butuh bantuan Ghulam. Kemudian Ghulam menjawab "aku bantu engkau dgn syarat engkau harus menikahkan putrimu(Muhammadi Baijum) kepadaku". Ketika itu umur Ghulam sudah di atas 50 tahun dan sudah mengidap banyak penyakit: TBC, sakit kencing, dan mati separuh badan. Oleh karena itu, Ahmad Bik menolak menerima syarat ini.
Dan singkat cerita, ia meramal "sesungguhnya, ramalan itu sendiri, yaitu pernikahan gadis itu denganku  adalah suatu takdir karena sudah pasti akan terjadi...." Bahkan lebih daripada itu, ia berkata " jika ramalan ini tak terjadi, maka aku akan menjadi orang yang keji. Wahai orang-orang yang bodoh ini bukanlah mengada-ada yg dilakukan seorang manusia, juga bukan permainan keji, tetapi ini janji Allah yang haq...."

akan tetapi, Muhammadi Baijum menikah dengan seorang tentara. Tinggallah seorg yang suka mengada cerita dalam kerugian. Omongannya menjadi pedang yang menusuk jantungnya sendiri. Namun anehnya, ia mengatakan lagi kalau pria tentara itu akan mati dan Muhammadi Baijum akan kembali kepadanya. Namun Allah berkata lain, pria tersebut mati jauh setelah Ghulam mati pada tahun 1908. Dan Muhammadi Baijum tidak pernah menikah dengan pembohong itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkomentar